banner 728x250

Serius Tuntaskan Citarum dan Banjir

SERIUS: Mentri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan maket proyek penanganan revitaliisasi sungai Citarum pada acara Citarum Ekspo.

BANDUNG – Untuk menuntaskan permasalahan sungai Citarum dan banjir yang kerap menggenang wilayah Kabupaten Bandung Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembenahan dan penanganan dengan mengerjakan berbagai proyek strategis.

Mentri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, melalui program Citarum Harum sinergitas antara Pemerintah Pusat, Daerah dan masyarakat akan terus dilakukan. Sehingga, penanganan sungai Citarum dan banjir akan segera tuntas

Dia mengatakan, kementerian PUPR telah melakukan penanganan Sungai Citarum sejak lama melakukan pengerukan. Namun, selama dua tahun ada sedimentasi lagi. Sebab, bergantung pada kondisi Hulu Sungai Citarum di Cisanti.

’’Itu bukti tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan engineering saja,” kata Basuki dalam rilis yang diterima Jabar Ekspres kemarin. (21/2).

Dia memaparkan, dalam program Citarum Harum te­lah disepakati rencana aksi yang mengatur pembagian tanggung jawab Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan stakeholder lainnya.
Lihat Juga:  144 Warga Jabar Menerima Penghargaan DDS 75 Kali dari PMI

“ Jadi dengan Perpres pun tidak berhasil jika tanpa lead­ership kuat. Bila kita bekerja masing-masing, hasilnya tidak akan maksimal,”cetus dia.

Dia memaparkan, selama ini Kementerian PUPR sang­at mendukung Gerakan Ci­tarum Harum adalah peng­elolaan sumber daya air, pengelolaan limbah cair dan padat di sepanjang sungai dan permukiman kembali masy­arakat yang tinggal di banta­ran maupun kawasan rawan bencana banjir.

Tugas tersebut selanjutnya diimplementasikan dengan berbagai pembangunan in­frastruktur antara lain pembangunan Terowongan Nanjung (Curug Jompong), Kolam Retensi Cieunteung Dayeuh Kolot, Embung Ge­debage, Floodway sungai Ciantig – Citepus sebagai ba­gian dari pengananan banjir di kawasan Pasteur -Kota Bandung, dan pembangunan floodway sungai Cisangkuy.

Kemudian dilakukan pening­katan kapasitas Sungai Cita­rum Hulu dan normalisasi sejumlah sungai yakni 4 anak Sungai Citarum (Sungai Ciki­jing, Cikeruh, Cimande, dan Citarum Hulu), Sungai Citepus, Sungai Cinambo, Sungai Ci­lember, Sungai Cibeureum.

Selain itu, pembangunan 266 buah checkdam sebagai pengendali sedimen, dimana hingga kini sudah terbangun 146 buah check dam.

’’Untuk pembangunan Tero­wongan Nanjung dilaksana­kan untuk memperlancar aliran sungai Citarum di Curug Jompong, dan mengurangi lama dan luas genangan yang sering terjadi pada saat musim hujan di Kecamatan Dayeuh Kolot dan sekitarnya,”kata dia.

Dia menuturkan, 2 tunnel tersebut memiliki panjang masing-masing 230 meter dengan progres 21 persen, dan akan rampung Desember 2019. Bahkan, kedua terowongan akan bisa ditembus pada bu­lan Juni 2019.

’’Proyek dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya dan PT. Adhi Karya KSO, dengan anggaran sebesar Rp 352 miliar,”sebut dia.

Sementara itu, rampungnya pembangunan kolam reten­si Cieunteung sudah terlihat manfaatnya. Hal ini dikatakan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Bob Arthur Lambogia.

Dia mengatakan genangan air yang biasanya sampai 4-5 hari, saat ini berkurang men­jadi 1 hari dan kondisi kem­bali normal.

Kolam retensi tersebut akan dilengkapi empat pompa ber­kapasitas 12,5 m3.

Dalam pengelolaan limbah, Kementerian PUPR akan membangun Instalasi Pen­golahan Air Limbah (IPAL) Komunal dan memberdaya­kan masyarakat dalam peng­elolaan sampah melalui Pro­gram TPS3R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *