banner 728x250

Prioritaskan Potensi Pariwisata

PRIORITASKAN PARIWISATA: Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengunjungi kawasan Sukageri View di Kabupaten Kuningan, belum lama ini. Dia menilai banyak potensi wisata yang bisa ditonjolkan namun sayang belum diprioritaskan pemerintah.

Bandung – Calon Gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil menilai, Kabupaten Kuningan memiliki potensi pariwisata yang luar bisa. Kondisi alam yang indah ditambah jarak yang tidak jauh dari Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, menjadi modal yang berharga bagi Kabupaten Kuningan.

Optimalisasi potensi wisata di Jawa Barat menurut Ridwan Kamil, selaras dengan visi pasangan Rindu untuk menjadikan pariwisata sebagai cara paling mudah dalam meningkatkan perekonomian.

”Membangun pariwisata adalah solusi paling cepat, paling murah, paling mudah untuk meningkatkan ekonomi lokal. Kuningan ini akan kami prioritaskan sebagai  kabupaten pariwisata, berbasis pertanian dan alam,” katanya saat mengunjungi tempat wisata Sukageuri View, di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, belum lama ini.

Faktor jarak dan aksebilitas dari suatu daerah pariwisata menurut Kang Emil menjadi kunci penting yang dapat menggerakan perekonomian. ”Kunci dari pariwisata itu adalah jarak dan koneksi. Dulu ke sini butuh waktu enam jam Tapi nanti setelah bandara selesai, waktu tempuhnya tak lebih dari satu jam. Kunjungan ke Kuningan pun pasti akan meningkat. Ini yang akan menjadi keunggulan Kabupaten Kuningan,” tegas Emil.

Menurut Emil, Desa Cisantana ini merupakan salah satu contoh dari progam yang akan menjadi unggulan pasangan Rindu. Yaitu satu desa satu perusahaan. Nantinya, Desa Cisantana ini akan fokus sebagai desa pariwisata. Emil menambahkan, yang terpenting dalam pengelolaan kawasan wisata bukanlah kehadiran investor.

”Kawasan desa wisata ini nantinya bisa dikelola oleh BUMDes, seperti yang dikelola oleh BUMDes di Cisantana ini sehingga keuntungan yang diperoleh nantinya dirasakan oleh masyarakat lokal,” tegasnya.

Dengan begitu, menurut Emil, warga desa tidak perlu hijrah ke kota karena di desa tersedia lahan ekonomi yang bisa menyerap tenaga kerja

Emil pun mengharapkan agar desa-desa yang ada di Jawa Barat bersemangat menggali potensi ekonomi yang ada, seperti yang dilakukan oleh Desa Cisantana Kecamatan Digugur yang mengolah tempat wisata Sukageri view sebagai lokasi wisata. ”Jika sebuah desa memiliki potensi wisata, izinkan saya yang menyiapkan infrastrukturnya jika nanti terpilih sebagai gubernur,” ungkapnya.

”Kuningan sebenarnya tidak kalah dengan Bali, hanya kurang populer saja.Nanti kita prioritaskan,” sambungnya.

Ketika berdiskusi dengan pengelola soal pengembangan Sukageuri View, Emil yang juga memiliki latar belakang profesi arsitek, langsung membuatkan sketsa pengembangan kawasan. Dia mengusulkan gagasan agar Sukageuri View mempunyai tempat menginap ala Glamour Camping seperti yang ramai di Ciwidey, Kabupaten Bandung.

”Aaya melihat ada potensi, di situ saya gatal untuk membuatkan sketsanya, salah satu gagasan yang saya berikan yaitu tren sekarang menginap dalam bentuk glamping (glamour camping), bukan dalam bentuk bangunan yang masif tapi tenda-tenda semi permanen yang didesain unik,” tutur Emil sambil menunjukan sketsa hasil guratan tintanya.

Hasil sketsa untuk pengembangan tersebut disambut antusias oleh Kepala Badan Usaha Desa Cisantana, Agus  dan Pengelola Sukageuri View, Dicky Setiawan.  ”Alhamdulillah sudah dikasih konsep pengembangan wisata Sukageuri View sama Kang Emil, mudah-mudahan terwujud dan bisa mensejahterakan masyarakat desa,” ujar Agus.

Sementara itu, menurut Dicky, kebutuhan penginapan memang dirasakan semakin mendesak karena kunjungan ke Desa Wisata Cisantana semakin meningkat. Dia pun menyambut baik ide dari Emil tersebut.

”Saya harap bisa dibantu soal lahan soal penginapan tersebut beserta SOP-nya seperti apa, supaya lebih meningkat lagi. Karena kebutuhan mendesak, wisatawan yang datang semakin banyak sementara di sini belum sepenuhnya siap. Khusus di Sukageuri View, kunjungan setiap bulannya bisa 15.000-20.000 pengunjung,” pungkas Dicky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *