banner 728x250

Berani Keluar dari Zona Nyaman

KESEIMBANGAN MEMBANGUN: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat memberikan ceramah dalam program subuh keliling di Masjid Al Fitroh, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Itu pula sebabnya, dalam masa kepemimpinannya, dia tidak hanya melakukan percepatan pembangunan secara fisik, tetapi juga nonfisik. Salah satunya melalui program Bandung Agamis. Di antaranya magrib mengaji, subuh berjamaah di masjid-masjid Kota Bandung.

Selaku kepala daerah, dia pun ingin mewujudkan cita-cita yang diwariskan oleh KH. Muhyiddin, atau yang biasa dipanggil Mama Pagelaran. Salah satu keinginannya adalah mendirikan Pesantren Pagelaran di Kota Bandung. Selaku mantan Ketua LKP3, dia berharap suatu saat akan ada pesantren warisan Mama Pagelaran di kota Bandung.

”Masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan di Kota Bandung. Sebagai wali kota, saya telah memfasilitasi berbagai organisasi masyarakat maupun organisasi keagamaan. Kalau pengelolaannya positif akan disambut dengan senang,” tuturnya.

Pesantren Pagelaran merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang pertama kali didirikan di Kabupaten Subang oleh Mama Pagelaran sekitar tahun 1880. Sejalan dengan dinamika sosial politik saat itu, Pesantren Pagelaran juga didirikan di Sumedang dan kota lainnya.

Pesantren ini memiliki kontribusi yang besar dalam pergerakan merebut kemerdekaan Indonesia. Pesantren Pagelaran di Subang pernah dijadikan basis pergerakan Hizbullah oleh Mama Pagelaran. ”Nilai-nilai perjuangan itu yang perlu kita teladani, bahwa pesantren ini harus bermanfaat bagi bangsa dan negara ini. (hen/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *