banner 728x250

Tingkatkan Pelayanan, KPP Pratama Cianjur Diresmikan

Peresmian kantor KPP Pratama Cianjur, Senin (25/2)

CIANJUR -Pagi tadi cuaca begitu dingin meski matahari baru saja naik. Beberapa tamu undangan mulai berdatangan ke bangunan seluas 1200 meter persegi yang berdiri di atas tanah 3.580 meter persegi itu.

Sebentar lagi, gedung lama beralamat di Jl. Arif Rahman Hakim no. 55 Kel. Solokpandan, Cianjur yang telah dipercantik itu resmi menjadi gedung KPP Pratama Cianjur yang baru.

Faktor pelayanan yang lebih baik kepada wajib pajak menjadi alasan utama.

“Gedung ini lokasinya lebih strategis, lebih luas jika dibandingkan dengan gedung sebelumnya. Selain itu, kami memikirkan keselamatan Wajib Pajak dan Pegawai KPP Pratama Cianjur. Kita tahu, kantor lama berada di sisi jalur cepat, itu membahayakan,” jelas Kepala KPP Pratama Cianjur, Hasan Basri di sela-sela acara.

Sambil menunggu undangan lainnya, panitia meminta Ega & My Imagination, nama band itu, untuk memainkan musik. Alunan musik instrumental yang dibawakannya membawa suasana lebih hangat. Dengan iringan gitar akustik dan kahon, mereka membawakan lagu-lagu yang begitu enak di telinga. Syahdu.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Neilmaldrin Noor, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cianjur Herman Su­herman, Ketua DPRD Cianjur Yadi Mulyadi, dan Kakanwil DJP Jabar II Yoyok Satiotomo tiba di lokasi. Para penari tra­disional Sunda berpakain biru dongker, diiringi rampak gendang menyambut keha­diran mereka.

Tak ketinggalan, Kakek Lengser, tokoh yang mele­genda dalam tradisi masyara­kat Sunda itu pun hadir me­nyambut. Figur kakek ber­baju kampret, celana pangsi dilengkapi dengan sarung yang diselendangkan, dan totopong (ikat kepala) ini mencermin­kan keakraban dan kedekatan yang demikian menyatu dengan kehidupan masyara­kat kecil (wong cilik).

Pantia mempersilakan Neil, Herman, dan Hasan menuju pintu utama yang telah berhias balon dan pita kuning dan biru, warna branding DJP. Neil meng­gunting pita itu sebagai simbol mulai beroperasinya KPP Pra­tama Cianjur di alamat yang baru.

Keakraban ini semakin terasa saat Neil dan tamu undangan memasuki gedung itu menuju rangkaian acara selanjutnya. Memang, selain peresmian, dalam kesempatan ini dilaks­anakan pula Pekan Panutan bersama Plt. Bupati Cianjur, Ketua DPRD Cianjur, dan para wajib pajak yang hadir.

Dalam sambutannya, Neil mengajak wajib pajak Cianjur untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahu­nan secara online atau e-filing. “Pelaporan melalui e-filing sudah dicontohkan oleh Pak (Plt.) Bupati, jadi diharapkan masyarakat di Cianjur juga melaporkan SPT Tahunannya melalui e-filing. Segera ya, karena Lebih Awal Lebih Nyaman,” ajaknya.

Selain itu, dilakukan pena­naman pohon Magic Fruit/Miracle Fruit. Buah yang sering disebut buah ajaib dengan nama latin Synsepalum dul­cucum ini bukan asli dari In­donesia. Buah ini dapat men­gubah rasa asam menjadi manis. Melalui penanaman pohon ini, tak hanya menghi­jaukan taman, namun mengandung nilai filosofis. Pajak mungkin dirasakan asam oleh Wajib Pajak. Namun, di balik itu semua, pajak adalah keniscayaan, karena pajak menjadi tulang punggung pem­biayaan negara. Sebesar 70% lebih penerimaan Negara Re­publik Indonesia (NKRI) ber­sumber dari pemasukan pajak. Oleh karena itu, Ditjen Pajak terus berusaha mencapai tar­get penerimaan pajak dari tahun ke tahun. Hal ini di­maksudkan agar pemerintah dalam menjalankan program-programnya untuk mening­katkan kesejahteraan masy­arakat dapat berjalan sebagai­mana mestinya. Dengan ada­nya pajak dari rakyat, maka dapat mewujudkan pembangu­nan nasional dan berkelanju­tan, yang manfaatnya akan kembali ke masyarakat. Ka­rena #PajakKitaUntukKita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *