daribandung.com, BANDUNG – Ada hal yang tidak biasa di acara sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, pada hari ini (Jumat 15/4). Aqua Dwipayana, sang kandidat doktor yang dipromosikan dalam sidang terbuka itu, seolah ingin unjuk kemampuan yang diperolehnya sebagai buah silaturahim dalam 11 tahun terakhir.
Aqua telah mempertahankan disertasinya yang berjudul Citra Kepolisian Republik Indonesia Dalam Pandangan Pemangku Kepentingan:Studi Kasus Pelayanan Publik Polisi Lalu Lintas Polda Jawa Barat dalam sidang tertutup pada 26 Februari 2016. Bertindak sebagai Ketua Promotor ialah Prof Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., dengan Anggota Promotor Dr. Atwar Bajari, M.Si., dan Dr. Edwin Rizal, M.Si. Adapun Oponen Ahli terdiri dari Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., SH., M.Si., (Ketua Sidang), Prof. Dr. Nina Winangsih Syam, M.S., dan Dr. Suwandi Sumartias, M.Si. Sementara itu, Prof.Dr. Cece Sobarna, M.Hum., bertindak sebagai representasi Guru Besar Unpad.
Yang istimewa, sidang terbuka promosi doktor Aqua hari ini tidak hanya dihadiri kandidat dan tim penguji tersebut tetapi juga sekira 250 relasi Aqua dari berbagai kalangan pemerintahan dan swasta. Selain itu, sejumlah pemimpin jajaran redaksi media nasional dan daerah juga hadir. Sejumlah teman Aqua yang tidak sempat hadir mengirimkan karangan bunga sebagai tanda dukungan dan ucapan selamat.
Undangan yang memberikan konfirmasi kehadiran antara lain Komandan Sesko TNI Letjen TNI Agus Sutomo, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto, Aspers Panglima TNI Marsekal Muda TNI Bambang Samoedro, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) Komjen Pol Syafruddin, Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar, dan Bupati Bantaeng, Sulsel yang juga Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Prof. DR. Nurdin Abdullah.
Adapun dari kalangan korporasi, hadir antara lain Dirut Perum Jamkrindo Diding S. Anwar, Dirut Angkasa Pura I Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur PT Angkasa Pura I Mochammad Asrori, Direktur BRI Kuswiyoto, Direktur Bank Syariah mandiri Edwin Dwidjajanto, Dirut PTPN 7 Kusumandaru, Direktur PTPN7 Budi Santoso, pemilik Hotel Mercure Surabaya Yohan Setia Putra, dan pemilik BIG Mall Samarinda dan Hotel Mercure Banjarmasin Dicky Gunawan.
Sementara itu, dari kalangan pemimpin redaksi (pemred) media massa, hadir antara lain Pemred Trans TV Gatot Troyanto, Pemred Detikcom Arifin Asydhad, Pemred Harian Media Indonesia Usman Kansong, Pemred Harian Bisinis Indonesia Arif Budisusilo, Wakil Presiden Komisaris Harian Kaltim Post Zainal Muttaqin, Pemred Tribun Bali Sunarko, Pemred Bali Post Wirata, Pemimpin Umum Tribun Jabar Pitoyo, dan Direktur Radar Tasikmalaya Dadan Alisundana.
Jadilah suasana sidang terbuka promosi doktor Aqua Dwipayana itu layaknya suatu hajatan. Ibarat hajatan pernikahan, sidang terbuka itu layaknya ijab-kabul untuk mengesahkan tali pernikahan. Setelah ijab kabul selesai, dilakukanlah walimatul arus atau pesta syukuran sekaligus mengumumkan kepada masyarakat tentang sahnya pernikahan dua sejoli itu.
Demikian pula dengan sidang terbuka promosi doktor itu. Sidang tersebut tak ubahnya sebagai seremoni akademik untuk mengukuhkan gelar “doktor” kepada Aqua Dwipayana yang telah menuntaskan studi S3 di Fikom Unpad. Di kampus ini pulalah Aqua menuntaskan kuliah program magister (S2) di bidang yang sama, yakni Ilmu Komunikasi, pada 2011.
Seusai sidang, para hadirin yang hadir menyaksikan acara tersebut bergantian menyalami Aqua. Mereka memberikan ucapan selamat atas raihan gelar akademik tertinggi dalam pendidikan tinggi itu. Setelah, itu, diadakan jamuan makan siang, sebagai pesta syukuran atas pencapaian gelar doktor tersebut. Di luar gedung tempat sidang terbuka berlangsung, tampak berjejer karangan bunga yang berisi ucapan selamat kepada Doktor Aqua Dwipayana.
Luncurkan buku baru
Dan, ini yang lebih istimewa. Bersamaan dengan promosi doktornya dalam sidang terbuka itu, motivator nasional Aqua Dwipayana meluncurkan buku barunya. Buku baru yang dibagikan sebagai sovenir itu memang ditulis khusus untuk menyambut promosi doktornya tersebut. Judulnya The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi.
Buku tersebut dipersiapkan sekira sebulan. ”Setelah saya mempertahankan disertasi berjudul Citra Kepolisian Republik Indonesia Dalam Pandangan Pemangku Kepentingan:Studi Kasus Pelayanan Publik Polisi Lalu Lintas Polda Jawa Barat pada sidang tertutup 26 Februari 2016, saya terpikir untuk bikin buku The Power of Silaturahimsebagai souvenir istimewa pada sidang terbuka pada 15 April ini. Alhamdulillah buku tersebut sudah siap,” kata Aqua kepada Bandung Ekspres.
Buku tersebut berisi rangkuman pengalaman Aqua yang konsisten berkiprah di bidang komunikasi sejak 1988 ketika masih menjadi mahasiswa baru Jurusan Komunikasi Fisipol Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Buku ini menguraikan dahsyatnya silaturahim yang dijalaninya secara intensif terutama dalam sebelas tahun terakhir setelah dia memutuskan menjadi wirausaha mandiri.
Setiap hari dari Senin hingga Jumat, mantan wartawan ini berkeliling ke berbagai daerah di seluruh Indonesia hingga belasan kota mancanegara di Asia, Eropa, dan Timur Tengah, untuk bersilaturahim menemui teman-temannya. Jejaring silaturahimnya mencakup para jenderal hingga prajurit TNI-Polri, pemilik perusahaan, jajaran direksi dan manajemen perusahaan BUMN dan swasta beserta para karyawannya, dosen, mahasiswa, dan kalangan media massa cetak dan elektronik nasional maupun daerah, termasuk pemilik, jajaran pemimpin redaksi hingga wartawan di lapangan. Khusus di lingkungan TNI-Polri, saat bersilaturahim, Aqua memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi tanpa mau dibayar.
”Alhamdulillah, berkat silaturahim yang dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih apapun, saya punya banyak teman di berbagai tempat di Indonesia hingga mancanegara. Mereka sewaktu-waktu dapat menjadi ‘malaikat’ yang siap memberikan bantuan jika dibutuhkan,” kata Aqua.
Sebelum memutuskan menjadi ”orang bebas” yang atasannya cuma Tuhan pada 30 September 2005, Aqua sempat enam tahun berkiprah sebagai wartawan di berbagai media, termasuk Suara Indonesia (anak perusahaan Grup Jawa Pos), Jawa Pos, Surabaya Minggu, Radio TT 7 Malang, dan Bisnis Indonesia. Setelah itu, selama sekira 10 tahun dia berkiprah di bidang hubungan masyarakat (humas) atau public relations (PR) di beberapa perusahaan, termasuk yang terakhir di PT Semen Cibinong (sekarang PT Holcim).(hen/rie)













